APA ITU PTM TERBATAS? ALASAN PTM TERBATAS PERLU SEGERA DILAKSANAKAN

 Apa itu PTM terbatas? Alasan PTM terbatas perlu segera dilaksanakan 

Artika Safitri 1257 






Artika Safitri1257 PTM masa pandemi Covid-19


Mari kita semua mengenali dahulu apa itu Pembelajaran tatap muka atau bisa disingkatnya PTM, apa aja yang perlu disiapkan, apa aja sih ketentuannya. Nah sekarang kita akan membahasnya disini. 

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas akan segera dilangsungkan pada semester ajar baru. PTM harus mengikuti Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi COVID-19 yang dikeluarkan Kemendikbudristek dan Kemenag. Panduan tersebut di antaranya memuat protokol kesehatan yang perlu dilakukan sebelum dan setelah pembelajaran berlangsung, seperti melakukan disinfeksi sarana prasarana dan lingkungan satuan pendidikan.

Institusi pendidikan yang menyelenggarakan PTM juga wajib menyediakan cairan disinfektan, sabun cuci tangan, air bersih, handsanitizer, masker, dan/atau masker tembus pandang cadangan, thermogun (pengukur suhu tubuh tembak).

Kapan Rencana Pembelajaran Tatap Muka Dilakukan?

Pembelajaran tatap muka sudah bisa dilakukan secara terbatas. Maksudnya adalah adanya pembatasan jumlah peserta didik dalam pembelajaran sekolah di luar jumlah normalnya. Dikarenakan kondisi yang masih berada di masa pandemi COVID-19. Sesuai dengan informasi dari Kemdikbud bahwa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk wilayah level 1-3 telah memberikan pelonggaran bagi sektor Pendidikan untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan izin dari Pemda setempat.

Apakah Murid Wajib Ikut Sekolah Tatap Muka?

Tidak ada kewajiban para murid untuk mengikuti sekolah tatap muka. Dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka, izin orang tua murid menjadi pertimbangan utama. Orang tua bisa memilih pelaksanaan pembelajaran bagi Anaknya. Sekolah tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap peserta didik yang memilih opsi PJJ. Artinya memang semua dikembalikan lagi kepada orang tua murid masing-masing untuk memilih PTM atau PJJ.

Artika Safitri1257 PTM masa pandemi Covid-19

Sejumlah pemerhati sosial menilai kebijakapembelajaran tatap muka (PTM) mendesak untuk segera dilakukan. Hal ini guna menghindari anak Indonesia dari kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar (learning loss).
"Dilakukannya pembelajaran tatap muka menjadi suatu hal yang baik, khususnya terkait penguatan interaksi siswa. Konsep hybrid yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ), tepat digunakan pada situasi saat ini," ujar Pemerhati Sosial Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati dalam keterangan tertulisnya, Rabu, (17/3/2021). 
Dia menjelaskan, PJJ mendorong anak untuk bisa dengan mudah dan kreatif mengeksplorasi pengetahuan. Sementara, PTM akan membantu manifestasinya."Budaya daring akan mengisi kognisi, tetapi untuk melatih dan mempraktikkan membutuhkan ruang offline. Ke depan akan sangat sulit dihindari kehidupan hybrid ini," ujar dia.

PTM juga dinilai akan membuat proses transformasi pendidikan yang mengedepankan kerja sama, interaksi antar-siswa dan guru di kelas berjalan efektif. Dalam konteks hubungan sosial berbasis data yang telah dirilis sejumlah lembaga kredibel, para siswa juga sangat merindukan interaksi dengan temannya secara langsung.
Devie menjelaskan interaksi langsung di kelas dapat menjadi media rekreasi dan refreshing yang menyenangkan bagi anak saat mereka merasa lelah dan bosan. PTM juga dapat mengikis budaya ketergantungan anak kepada orang tuanya yang secara tidak langsung tercipta selama masa pandemi. "Karakter ketergantungan mudah-mudahan setelah nanti kembali adanya ruang luring tidak lagi terjadi," ucapnya.
Data UNICEF Education Covid-19 Response Oktober 2020 mencatat, Indonesia adalah satu di antara empat negara di Asia Timur dan Asia Pasifik yang belum melakukan PTM secara penuh. Sampai akhir Oktober tahun lalu, 85 persen negara di dua kawasan tersebut sudah membuka sekolah secara penuh.

Khusus Indonesia, UNICEF selama 18-29 Mei 2020 dan 5-8 Juni 2020 juga telah menerima lebih dari 4.000 tanggapan dari siswa di 34 provinsi terkait PTM. Hasilnya, 87 persen siswa ingin segera kembali ke sekolah. Bahkan, 88 persen dari mereka bersedia mengenakan masker di sekolah dan 90 persen telah memahami urgensi menjaga jarak fisik jika PTM dilaksanakan.


Sumber : 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HOME

INFORMASI PTM TERBATAS UNTUK SEKOLAH DAN SELURUH WARGA SEKOLAH TERUTAMA SISWA

ABOUT ME