APA ITU PTM TERBATAS? ALASAN PTM TERBATAS PERLU SEGERA DILAKSANAKAN
Apa itu PTM terbatas? Alasan PTM terbatas perlu segera dilaksanakan
Artika Safitri 1257
Mari kita semua mengenali dahulu apa itu Pembelajaran tatap muka atau bisa disingkatnya PTM, apa aja yang perlu disiapkan, apa aja sih ketentuannya. Nah sekarang kita akan membahasnya disini.
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas akan segera dilangsungkan pada semester ajar baru. PTM harus mengikuti Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi COVID-19 yang dikeluarkan Kemendikbudristek dan Kemenag. Panduan tersebut di antaranya memuat protokol kesehatan yang perlu dilakukan sebelum dan setelah pembelajaran berlangsung, seperti melakukan disinfeksi sarana prasarana dan lingkungan satuan pendidikan.
Institusi pendidikan yang menyelenggarakan PTM juga wajib menyediakan cairan disinfektan, sabun cuci tangan, air bersih, handsanitizer, masker, dan/atau masker tembus pandang cadangan, thermogun (pengukur suhu tubuh tembak).
Kapan Rencana Pembelajaran Tatap Muka Dilakukan?
Pembelajaran tatap muka sudah bisa dilakukan secara terbatas. Maksudnya adalah adanya pembatasan jumlah peserta didik dalam pembelajaran sekolah di luar jumlah normalnya. Dikarenakan kondisi yang masih berada di masa pandemi COVID-19. Sesuai dengan informasi dari Kemdikbud bahwa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk wilayah level 1-3 telah memberikan pelonggaran bagi sektor Pendidikan untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan izin dari Pemda setempat.
Apakah Murid Wajib Ikut Sekolah Tatap Muka?
"Dilakukannya pembelajaran tatap muka menjadi suatu hal yang baik, khususnya terkait penguatan interaksi siswa. Konsep hybrid yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ), tepat digunakan pada situasi saat ini," ujar Pemerhati Sosial Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati dalam keterangan tertulisnya, Rabu, (17/3/2021).
Devie menjelaskan interaksi langsung di kelas dapat menjadi media rekreasi dan refreshing yang menyenangkan bagi anak saat mereka merasa lelah dan bosan. PTM juga dapat mengikis budaya ketergantungan anak kepada orang tuanya yang secara tidak langsung tercipta selama masa pandemi. "Karakter ketergantungan mudah-mudahan setelah nanti kembali adanya ruang luring tidak lagi terjadi," ucapnya.
Khusus Indonesia, UNICEF selama 18-29 Mei 2020 dan 5-8 Juni 2020 juga telah menerima lebih dari 4.000 tanggapan dari siswa di 34 provinsi terkait PTM. Hasilnya, 87 persen siswa ingin segera kembali ke sekolah. Bahkan, 88 persen dari mereka bersedia mengenakan masker di sekolah dan 90 persen telah memahami urgensi menjaga jarak fisik jika PTM dilaksanakan.
Komentar
Posting Komentar